WA ZAKKIR FA INNAZIKKRO TANFAUL MU`MININ

"Aku adalah anak-anak panah Islam. Campakkanlah aku ke mana sahaja, aku tetap berjuang demi Islam." -Saad bin Abi Waqqas-
Thursday, December 10, 2009

Ni la 1st class saya..masa ni Prof tgh ajar..tp sy dgn jaya nya snap some pic..kat kelas ni mostly pelajar dri Iran and some of them from africa..so boring actually my 1st class..but now i have a lottt of fren..alhamdulillah..skng sy pun dh rs serasi bergelar pelajar Master ...so rasa xsia2 saya menolak tawaran utk melanjutkan pelajaran dlm bidang perubatan tempoh hari..ni la y di nama kan Hikmah Allah..
Wednesday, December 9, 2009

Aktibiti di waktu LAPANG ...

Posted in by DaNiEL HAiKaL | Edit




Sempat berPosing..ni la aktibiti y dilakukan dikala sunyi...
buli kawan suruh snap my pic..huhu..
teruk kan..tp y gmbr tido tu..ada la sorng hamba Allah tu gatal sgt nak ambil..apa lg..sy just upload je,...manatau blh jadi model tdo ke lps ni kan..sapa la tau..
xyah ssh2 perah otak nk baca neuro..baca journal lagi..hihi..
xde la lawak je..

Surgery time..RAT time..

Posted in by DaNiEL HAiKaL | Edit




Ini la kerja saya pagi2..jam 8am-5pm..bedah2 tikus .rabbit..gi hospital ambil data n sample..bt histological n molecular study..
penat tu mmg..
skng waktu tdo sy tak mcm dulu
kalo dulu 4am baru tdo..skng kul 10 tu dh tdo..tp alhamdulliah ..dapt bnyk awal..
sempat la subuh berjemaah kan..tp kadang2 tu ada jg subuh gajah...ntah la gajah ke dinasour..hihi..nauzubillah la..kan..

kat HOSPITAL

Posted in by DaNiEL HAiKaL | Edit


saat ni cukup manis..
ada la beberapa org hamba Alah tu pngll sy Doktor..
padahal sy bukan doktor..sy masih blaja..
kan
..tapi harap sume tu doa la..kan
tapi ensem kan mamat ni???

Renungan Kisah Nabi SAW Berdakwah Ke Thaif..

Posted in by DaNiEL HAiKaL | Edit
Renungan Kisah Nabi SAW Berdakwah Ke Thaif..
Meskipun sudah 9 tahun Rasulullah SAW menyampaikan ajaran agama Islam dan berusaha untuk menyampaikan petunjuk dan perbaikan kepada kaumnya di kota Makkah Mukarramah, tetapi sangat sedikit selain orang2 yang sudah memeluk Islam yang mau menerima ajkan beliau. Selain orang2 seperti ini, ada juga sebahagian orang yang zahirnya belum memeluk agama Islam, tetapi mereka telah bersedia untuk menolong usaha dakwah Rasulullah SAW. Kebanyakan kaum kuffar di Makkah selalu menghalangi, menggangu, dan mencemuh Rasulullah SAW dan para sahabatnya. Para sahabat yang tidak dapat berbuat apapun mereka tidak akan mempedulikan gangguan tersebut.
bapa saudara Rasulullah SAW sendiri, yaitu abu Thalib, termasuk dalam golongan orang2 yang belum memeluk Islam, tetapi hatinya sangat suka kepada Rasulullah SAW. Beliau merasa senang untuk menolong Rasulullah SAW.
Pada tahun ke-10 setelah kenabian, ketika Abu Thalib meninggal dunia, kaum kuffar semakin meningkatkan usaha mereka dalam mencegah berkembangnya agama Islam dan selalu berusaha mengganggu kaum muslimin di mana saja dan kapan saja mereka berkesempatan.
Suatu ketika Rasulullah SAW merencanakan untuk pergi ke Thaif. Di sana ada kabilah Tsaqif, yaitu kabilah yang sangat besar jumlahnya. Beliau SAW berpendapat jika penduduk Thaif memeluk Islam, maka kaum muslimin bisa melepaskan diri mereka dari siksaan dan cobaan orang kuffar, dan Thaif akan dijadikan sebagai pusat penyebaran agama Islam.
Setelah tiba di kota Thaif, Rasulullah SAW langsung menemui 3 orang yang oleh beliau dianggap sebagai pemuka dan tokoh masyarakat setempat. Setelah Rasulullah SAW berbicara dengan mereka, beliau mengajak mereka kepada agama Allah SWT dan ikut membantu menyebarkan agama yang dibawa oleh beliau. Tetapi bukan saja menolak, bahkan mereka enggan untuk mendengarkan ajakan Rasulullah SAW. Sikap tersebut sangat bertentangan dengan norma dan kebiasaan orang Arab yang biasanya terkenal sangat menghormati tamu. Pada saat itu mereka menerima Rasulullah SAW tanpa penghormatan sama sekali, bahkan mereka menerima beliau dengan akhlak yang sangat buruk. Dengan terus terang mereka menyatakan ketidaksukaan jika Rasulullah SAW berada di tempat mereka. Pada mulanya beliau berharap agar kedatangannya kepada orang2 yang dianggap sebagai tokoh masyarakat akan diterima dengan kata2 yang baik dan penuh kelembutan, tetapi beliau justru diterima dengan kata2 yang kasar dan menyakitkan. Salah seorang dari mereka berkata, Oh, kamukah yang dipilih oleh Allah sebagai nabi-Nya? Yang lain mengatakan, Apakah tidak ada orang lain yang lebih pantas dipilih oleh Allah sebagai nabi? Yang ketiga mengatakan, Saya tidak mau berbicara denganmu, karena jika kamu benar2 seorang nabi seperti yang engkau akui, maka jika aku menolaknya, itu bukan suatu musibah bagiku. Sebaliknya, jika engkau berbohong maka aku tidak sudi berbicara lagi denganmu.
Setelah bertemu dengan orang2 yang tidak bisa diharapkan seperti mereka itu, maka Rasulullah SAW berharap dapat berbicara dengan orang2 selain mereka. Ini memang merupakan sifat Rasulullah SAW yang selalu ber-sungguh2 dan teguh pendirian serta tidak mudah berputus asa. Tetapi ternyata tidak satu pun dari mereka yang mau menerimanya. Bahkan bukan saja mereka tidak mau menerima ajakan Rasulullah SAW, tetapi mereka juga menyuruh Rasulullah SAW dengan mengatakan kepada beliau, Cepat2lah keluar dari kampung kami, pergilah ke tempat mana saja yang engkau sukai asalkan jangan di sini.
Ketika Rasulullah SAW tidak bisa lagi mengharapkan sesuatu apapun dari mereka, maka beliau pergi meninggalkan tempat tersebut. Tetapi orang2 di kota tersebut telah menyuruh para pemudanya agar mengikuti Rasulullah SAW dan mengganggunya, mengejeknya, serta melempari beliau dengan batu. Sehingga kedua belah sandal beliau penuh dengan cucuran darah. Dalam keadaan seperti inilah Rasulullah SAW kembali dari kota Thaif. Dalam perjalanan pulang, beliau menjumpai suatu tempat yang dirasa aman dari kejahatan orang2 tersebut, maka Rasulullah SAW berdoa kepada Allah SWT :
"Ya Allah, aku mengadukan kepada-MU akan lemahnya kekuatanku dan sedikitnya daya upayaku pada pandangan manusia. Wahai Yang Maha Rahim dari sekalian rahimin. Engkaulah Tuhannya orang2 yang merasa lemah, dan Engkaulah Tuhanku, kepada siapakah Engkau serahkan diriku. Kepada musuh yang menghinaku ataukah kepada keluarga yang Engkau berikan kepadanya urusanku, tidak ada keberatan bagiku asal saja aku tetap dalam keridhaan-Mu. Dalam pada itu afiat-Mu lebih luas bagiku. Aku berlindung dengan cahaya Wajah-Mu Yang Mulia yang menyinari seluruh langit dan menerangi semua yang gelap dan atasnyalah teratur segala urusan dunia dan akhirat, dari Engkau menimpakan atas diriku kemarahan-Mu atau dari Engkau turun atasku adzab-Mu. Kepada Engkaulah aku mengadukan urusanku sehingga Engkau ridha. Tidak ada daya dan upaya melainkan melalui Engkau."
Demikian sedihnya doa yang dipanjatkan oleh Rasulullah SAW sehingga Jibril as datang dan memberi salam kepada beliau, dan berkata, Allah SWT mengetahui apa yang terjadi dalam pembicaraanmu dengan kaummu, dan Allah mendengar jawaban mereka terhadapmu, dan Dia telah mengutus satu malaikat yang bertugas mengurusi gunung2 kepadamu untuk melaksanakan apa saja perintah yang diinginkan olehmu. Setelah malaikat itu datang dan memberi salam kepada Rasulullah SAW, ia berkata, Apa yang engkau perintahkan akan saya lakukan. Jika engkau suka, saya sanggup membenturkan kedua gunung di samping kota ini bertubrukan sehingga akan mengakibatkan siapa saja yang tinggal di antara keduanya mati tertindih. Kalau tidak, apa saja hukuman yang engkau inginkan, saya siap melaksanakannya.
Rasulullah SAW yang mempunyai sifat pengasih dan mulia itu menjawab, Saya hanya berharap kepada Allah SWT. Jika mereka tidak menjadi muslim, semoga pada suatu saat nanti anak2 mereka akan menjadi orang2 yang menyembah dan beribadah kepada-Nya.

Faedah

Inilah akhlak orang yang paling mulia, yang diri kita mengaku sebagai pengikutnya. Tetapi sikap kita jika mendapat kesulitan sedikit saja, maka kita akan mencaci mereka, bahkan akan membalas dendam terhadap mereka. Kezhaliman dibalas dengan kezhaliman. Inilah yang selalu kita lakukan dan sudah menjadi kebiasaan kita sekarang. Sedangkan kita masih selalu mengaku sebagai pengikut Nabi Muhammad SAW. Seharusnya dengan pengakuan tersebut tingkah laku kita juga harus selalu mengikuti beliau. Rasulullah SAW sendiri jika mendapatkan kesulitan dan penderitaan yang pedih dari orang lain tidak pernah membalas keburukan tersebut dengan doa keburukan bagi mereka, dan tidak pernah berkeinginan membalas dendam kepada mereka.
Begitulah kita umat islam hari ini, sekiranya kita melihat sesuatu kemungkaran janganlah kita memarahi dan mendoakan keburukan kepada orang yang melakukan kemungkaran itu.. Selemah2 iman adalah dengan mencegah melalui hati.. Mencegah melalui hati bermaksud mendoakan supaya mereka yang membuat kemungkaran akan mendapat hidayah bukan dengan membenci orang2 yang melakukan kemungkaran..Mencegah dengan lisan adalah dengan membawa mereka kepada Allah, membawa mereka kenal akan Allah dan setiap butir perkataan yang kita ucapkan sebenarnya adalah untuk diri kita bukannya untuk orang lain, mencegah dengan lisan bukanlah dengan menghina dan memarahi mereka yang membuat maksiat atau kemungkaran tetapi dengan mengajak mereka kepada Allah.. Mencegah melalui tindakan pula adalah dengan berdakwah kepada mereka, tunjukkan akhlak yang mulia serta berbaik2 dengan mereka sepertimana yang dilakukan oleh Rasulullah SAW sentiasa berakhlak mulia dan berbaik2 dengan semua manusia tidak kira orang islam atau bukan islam.. Janganlah kita menyakiti hati atau memukul orang yang membuat kemungkaran dan maksiat sebaliknya doakan mereka akan mendapat hidayah dari Allah, ajak mereka kepada Allah, berbaik2 dengan mereka dan tunjukkanlah akhlak yang mulia kepada mereka… Jika kita membenci, menghina dan mendoakan keburukan terhadap orang2 yang membuat kemungkaran dan maksiat maka selama-lamanya mereka akan membuat kemungkaran dan kemaksiatan tetapi apabila kita mendoakan kebaikan kepada mereka serta menunjukkan akhlak yang baik maka tidak mustahil seorang pendosa akan menjadi seorang dai’.. Begitu juga dengan orang2 kafir yang memerangi islam,Rasulullah SAW tidak pernah membenci orang2 kafir walaupun bermacam2 ancaman, ejekan, hinaan dan dugaan yang diterima oleh Rasulullah.. kita sepatutnya mendoakan hidayah kepada mereka semua, agar suatu hari nanti anak atau cucu serta keturunan mereka akan memeluk agama islam.. Hari ini mereka membenci islam, mereka memerangi negara islam, menindas negara islam dan ingin memusnahkan islam tetapi tidak mustahil apabila kita berdoa dan menunjukkan akhlak seperti nabi maka suatu hari nanti mereka semua akan berubah menjadi seseorang yang amat cintakan islam, cintakan Nabi SAW, cintakan Allah dan cintakan seluruh umat Nabi Muhammad SAW..

Apa terjadi andai usaha DAKWAH TERHENTI??

Posted in by DaNiEL HAiKaL | Edit
Ketika Usaha Dakwah Terhenti

Ketika Khadijah rha. menemui suaminya Baginda Muhammad SAW. Ia (Khadijah rha) baru saja pulang dari rumah Waraqah. Ia menanyakan tentang tanda-tanda kenabian yang ada pada suaminya, pada saat itu lah Rasulullah SAW menerima wahyu ke-dua awal surah Al-Mudatsir. Rasulullah SAW kemudian berkata kepada istrinya "Tidak ada waktu lagi untuk istirahat... Jibril AS telah menyampaikan perintah Allah SWT kepadaku agar aku menjumpai setiap orang untuk mengajaknya kepada Islam, wahai istriku siapakah orang yang akan mengikutiku". "Aku ya Rasulullah, aku mengimani bahwa Allah SWT tiada tuhan selain Dia dan engkau adalah Rasulullah" Jawab Khadijah rha.

Demikianlah awal pengorbanan mereka yang tiada berhenti sehingga segala keperluan diri dikebelakangkan hanya untuk kemuliaan Islam. Hingga di akhir hayatnya Rasululah SAW ketika ditemani oleh Jibril AS yang datang untuk menghiburnya, Beliau SAW bertanya "bagaimana keadaan ummatku sepeninggalanku?". Keadaan ummatnya saja yang terfikir hingga akhir hayatnya.

Menjelang akhir hayatnya Rasulullah SAW mengirim satu jema'ah besar keluar kota Madinah dipimpin seorang panglima yang masih sangat muda, anak dari seorang bekas budak hamba sahaya yang kemudian menjadi anak angkat Beliau, Usamah bin Zaid r.ahuma. Belum sampai ke tujuan Jema'ah tersebut mendapat berita tentang wafatnya Baginda Rasulullah SAW. Akhirnya diputuskan jema'ah tersebut kembali ke Madinah.

Di Madinatul Munawwarah keadaan pun sedikit kacau, karena begitu sedih dan bingung banyak dari sahabat r.anhum yang tidak tahu harus berbuat apa pada saat itu. Umar ra. menghunuskan pedang berkeliling Madinah sambil berkata tidak mungkin Rasulullah SAW wafat, Utsman ra. hanya diam tidak tahu berbuat apa.. Sehingalah Abu Bakar ra., setelah menjenguk jasad Baginda SAW, tampil ke depan menenangkan.

Singkat cerita...
Usaha da'wah terhenti sebentar (dalam satu riwayat 7 hari), jema'ah yang dipimpin Usamah ra. belum diberangkatkan. Apa yang terjadi? Alim ulama menerangkan ketika da'wah terhenti sebentar ada 3 perkara besar terjadi:

1. Diangkatnya ketakutan dari hati orang kafir terhadap orang Islam
2. Banyak orang kembali murtad dan sebagian tidak mau lagi membayar zakat.
3. Munculnya Nabi palsu, Musailamah al Kahzab.

Tentara Romawi dan sekutu-sekutunya mengirim suatu kekuatan besar untuk membumi hanguskan Madinah dan seluruh orang Islam. Abu Bakar ra. memutuskan untuk segera mengirim kembali jema'ah yang sempat tertunda untuk menghadapi tentara kafir dengan tetap dipimpin oleh Usamah ra. Ada sebagian sahabat yang merasa keberatan dan ingin agar Usamah ra. dapat diganti dengan sahabat yang lebih berpengalaman tapi Abu Bakar ra. berkata,

"Belum lama jasad Rasulullah SAW dikebumikan, sekarang kalian hendak mengubah satu Sunnahnya"!

Jema'ah tersebut tetap dipimpin oleh Usamah bin Zaid r.anhuma. Semua sahabat yang tidak ada uzur diperintahkan untuk menyertai jema'ah tersebut. Amirul Mukminin, Abu Bakar ra. meminta kesediaan Usamah ra. untuk membolehkan beberapa sahabat tetap tinggal di Madinah untuk tugas-tugas lain. Khalid bin Walid ra. ditugaskan memimpin 500 orang untuk menghancurkan Musailamah al Kahzab, Umar ra. ditugaskan memimpin 50 orang untuk menhadapi mereka yang tidak mau membayar zakat. Sehingga tinggallah di kota Madinah orang-orang tua dan Abu Bakar ra. sebagai Amirul Maukminin untuk mengendalikan keadaan di Madinah. Seorang sahabat lagi bertanya kepada Abu Bakar ra. berkata "Wahai Amirul mukminin kalau semua kita menyertai jema'ah ini bagaimana keadaan kota Madinah yang di dalamnya ada Ummahatul mukminiin, istri-istri Rasulullah SAW". Abu Bakar ra berkata,

"Aku lebih rela istri-istri nabi diserang musuh dan bangkainya dicabik-cabik serigala daripada agama dan usaha agama ini terhenti".

Akhirnya Jema'ah tersebut diberangkatkan dengan dilepas sendiri oleh Amirul Mukminin Abu Bakar ra. Di Madinah, semua sahabat yang uzur diperintahkan untuk membuat 'amalan masjid. Mengisinya dengan Da'wah menjumpai orang-orang di Madinah yang keyakinannya goyah atau telah keluar dari Islam untuk dapat kembali kepada Islam. Mereka kemudian diajak ke Masjid Nabawi untuk duduk di dalam majelis dan dibangkitkan semangatnya kembali serta memperbanyak 'amal ibadah dan berdo'a memohon bantuan Allah SWT. Sebagaian lagi diberi tugas untuk melayani tamu-tamu yang datang dan menyiapkan segala keperluan jema'ah masjid.

Dari usaha dan kerja di Masjid Nabawi tersebut alim ulama menerangkan terbentuk beberapa jema'ah da'wah yang dikirim ke kawasan yang berdekatan dengan Madinah, menjumpai setiap orang yang berada di kabilah terdekat untuk kembali kepada Islam dan Iman. Sehingga di dalam suatu riwayat selama tiga hari-tiga malam di kota Madinah tidak terdengar suara adzan.

Kembali kepada Jema'ah yang dipimpin oleh Usamah bin Zaid ra. Selama perjalanan untuk menghadapi tentara kafir mereka telah berhenti beberapa kali. Alim ulama menerangkan bahwa Usamah ra. telah memerintahkan jema'ah tersebut untuk berhenti dan membongkar segala perlengkapan dan memasang tenda dan berbagai keperluan lainnya. Ketika semua telah selesai, ia, Usamah ra. memerintahkan untuk melanjutkan perjalanan. Semua sahabat r.ahum tha'at. Mereka segera membongkar tenda mengumpulkan segala perbekalan dan sebagainya. Di tempat yang lain Usamah ra. memberikan perintah yang sama sehingga beberapa kali jema'ah tersebut membongkar memasang dan membongkar lagi perbekalan serta tenda mereka.

Alim ulama menerangkan bahwa walaupun pada zhahirnya terlihat seperti tidak teratur dan tidak terorganisir akan tetapi dengan ketha'atan kepada Amir dan bergeraknya mereka tersebut fii sabilillaah. Allah SWT telah tanamkan kembali di dalam hati musuh Islam ketakutan terhadap ummat Islam. Tentara Romawi dan sekutunya menjumpai bekas-bekas perkemahan dan barang-barang perbekalan sahabat r.ahum dapat menghitung berapa kekuatan pasukan Muslimin. Di tempat yang lain mereka menjumpai tanda-tanda bahwa di tempat itu juga sepasukan yang besar pernah berkemah. Sehingga akhirnya tentara musuh Islam tersebut berkesimpulan kalau dengan jumlah sahabat r.ahum sedemikian besar yang berada di luar Madinah maka pasti jumlah yang lebih besar lagi ada di dalam Madinah. Dan mereka memutuskan untuk mundur karena mereka yakin mereka tidak akan menang menghadapi orang Islam. Begitu juga Musailamah al Kahzab dan pengikutnya beserta benteng di Yamamah yang telah didirikannya akhirnya dapat di hancurkan.

Tiga perkara besar yang terjadi akibat usaha da'wah terhenti sebentar akhirnya dapat dikembalikan. Orang-orang kembali kepada Islam dan mau membayar zakat, Allah SWT tanamkan kembali ketakutan di dalam hati musuh Islam dan Allah SWT hancurkan nabi palsu.

Tergelincir dari Jalan Dakwah?Apa sebab dan musabbab nya???

Posted in by DaNiEL HAiKaL | Edit
Ada beberapa penyebabnya seseorang tidak lagi melakukan tugas dakwah, antara lain :

1. Terlalu Ekstrem atau berlebihan dalam menjalankan aturan Agama
2. Melampaui Batas kewajaran dalam melakukan hal-hal yang mubah
3. Memisahkan diri dari Jemaah
4. Kurang mengingat kematian dan kehidupan akhirat
5. Menyepelekan kewajiban harian
6. Tubuhnya termasuki barang yang haram atau syubhat
7. Mencukupkan diri dengan melakukan sebagian saja dari syariat agama
8. Melalaikan kaidah sunatullah
9. Mengabaikan kebutuhan jasmani
10. Tidak siap menghadapi kendala dakwah
11. Berteman dengan orang yang lemah semangatnya
12. Tidak terprogramnya aktifitas yang dilakukan
13. Berlarut-larut dalam maksiat dan meremehkan dosa-dosa kecil

Terlalu Ekstrem atau berlebihan dalam menjalankan aturan Agama

Nabi bersabda, “Jauhilah sikap berlebih-lebihan dalam beragama, karena sesungguhnya orang-orang sebelum kamu telah binasa akibat sikap itu.” (HR Ahmad)

Sabdanya lagi, “Agama itu mudah, dan tidaklah seseorang itu mempersulitnyakecuali akan dikalahkan olehnya.” (HR Bukhari)

Tapi igt!!"Al-jahlu akrobu ilal kufr"..kejahilan itu sgt dekatkepada kekufuran..nauzubillah..macam2 dah terjadi skng..dunia akhir zaman..suatu cabaran bg kita utk menempis nya..nak atau tidak..kita y pilih jalannya..saya terigt dalam satu hadis yang mana di baca oleh sahabat sama semasa Usrah minggu lepas..yang mana sabdanya Ar-rido bilkufri,KUFRUN!!..Redha kepeda sesuatu yang kufur tu adalah KAFIIR!!pape..tepuk dada tnya iman..insyaIJJ4 ..